PINTU – PINTU MASUKNYA SETAN KE MANUSIA

1.  Al jahlu (kebodohan) 
2. Al ghadhab (marah)
3. Hubbud dunya (gila dunia) 
4. Thulul amal (panjang angan-angan) 
5. Al hirshu (tamak) 
6. Al bukhlu (pelit) 
7. Al kibru (sombong) 
8. Hubbul madhu (gila pujian) 
9. Ar riyaau (pamer) 
10. Al ‘ujubu (bangga diri) 
11. Al jaza’u wal hala’u (panik dan galau) 
12. Ittiba’ul hawa (menuruti nafsu) 
13. Su udz dzon (prasangka buruk) 
14. Ihtiqorul muslim (merendahkan orang islam) 
15. Ihtiqorudz dzunub (meremehkan dosa) 
16. Al amnu min makrillah ( merasa aman dari ancaman Allah) 
17. Al qunuth min rahmatillah (pesimis dari rahmat Allah).

Ya Allah jauhkan kami, sahabat-sahabat kami dan keluarga kami dari sifat-sifat buruk ini. Aamiin.

2 thoughts on “PINTU – PINTU MASUKNYA SETAN KE MANUSIA

  1. 15 PENYAKIT HATI
    Oleh: M. Nasir Bako
    Kutpameu,18-04-2011

    Yang mengotori malam hari hati insan
    Ada lima belas saya susun di dalam nadham
    Hati tertutup akan sinar kebenaran
    Setiap saat selalu tipuan saitan
     
    Manusia lebih sempurna diciptakan
    Awalnya suci akhir keji jatuh kelobang
    Saat ditilik dengan cerdik hakikat insan
    Entah kenapa jadi kotor kemudian
     
    Sifat apakah dalam hati yang terpendam
    Tiada sunyi dan berhenti siang malam
    Pertama HASAD iri hati sesama teman
    Jika terlihat akan kelebihan orang
     
    Dua HAQAD akan teman kedengkian
    Tambah benci jika kawan berlebihan
    Disitulah mulai naik ketegangan
    Kadang-kadang tidak tahan naik pitam
     
    Tiga SU`UZZAN buruk sangka perkiraan
    Kita anggap orang lain macam-macam
    Empat KIBIR hati selalu kesombongan
    Tinggi kata congkak angkuh penampilan 
     
    Lima `UJUB merasa diri kelebihan
    Orang lain kita anggap keentengan
    Enam RIA pamer harta bermegahan
    Seakan kita punya segala kebendaan
     
    Tujuh SUM`A cari-cari kemasyhuran
    Biar tenar dikenal sepanjang zaman
    Diperbuat apa saja dilakukan
    Cari muka selalu sesama teman
     
    Delapan BUKHUL hidup pelit pemberian
    Padahal lebih dari segi kecukupan
    Fakir miskin anak yatim diabaikan
    Orang putus dibiar kan kelaparan
     
    Tuk maksiat tak tercatat pembukuan
    Untuk agama lima ratus perincian
    Nomor urut yang pertama penyebutan
    Tambah bangga tak pernah rasa menyesal
     
    DI HUBBUL MAL hitungan kesembilan
    Hidup mati cita-cita kebendaan
    Rumah mewah mobil mahal kesayangan
    Istri manja anak cantek kebanggaan 
     
    Kesepuluh TAFAHUR bangga diri wahai taulan
    Bangga pangkat bangga harta bangga senang
    Sebelas GHADAB marah-marah kelakuan
    Ini salah itu salah bertentangan
     
    Dua belas GHIBAH tukang upat siang malam
    Orang lain tidak betul beranggapan
    Ketiga belas NAMIMAH bawa hasud pertentangan
    Propokator penciptakan keributan
     
     
    Keempat belas itu KHIZIB pendustaan
    Berbohongan tidak mau kejujuran
    Yang terkhir kelima belah dalam nadham
    Itu kianat ubah amanat perjanjian
     
    Paling jujur kala saat berhadapan
    Di belakang lain lagi perbuatan
    Itu ciri orang munafeq wahai taulan
    Ingkar janji tak bisa suatu pegangan
     
    Itulah penyakit dalam hati semua insan
    Kapan ada di dunia keadilan
    Mana tempat hidup zuhud ke tauladan
    Uswatun laksana pantun atas mimbar
     
    Jika masih itu penyakit yang tersimpan
    Jangan harap mendapat surga delapan
    Semua hancur amal shaleh kebajikan
    Ibarat debu atas kayu angin terbang
     
     
    Dalam shalat terhijab hati berdindingan
    Lupa Allah teringat yang macam-macam
    Di luar shalat apa lagi banyak urusan
    Nampak semua mulai takbir ratul ihram
     
    Karna hati laksana bangkai berkotoran
    Tanpa pagar bisa masuk semua binatang
    Umpama lalat di usir sebentar terbang
    Setelah itu melaju kembali datang
     
    Dengan zikrullah diusir semua mungkaran
    Lailahaillallah dihias makanan lisan
    Allah-Allah di sambut hati yang dalam
    Hati yang hidup terhias jiwa yang tenang
     
    Dalam ibadat terdapat banyak hambatan
    Letih lesu pegal-linu ketiduran
    Kebas kaki badan sakit kehausan
    Banyak lain di daya jin yang beriman
     
    Sampai dimana kesanggupan dipertahan
    Terus kerjakan sebagaimana anjur mursyidan
    Makin di selam makin dalam akan tujuan
    Jika datang zuk tinggal ambil kelazatan
     
    Sipelaksana tidak tau sampai tujuan
    Bukan kita yang mengata tapi orang
    Dalam Takhalli bersih diri luar dan dalam
    Arah maksut diri ini kesucian
     
    Maka dihilang yang lima belas jangan di simpan
    Sucikan diri lahir batin sambil berjalan
    Dausa batin tujuh lateif gedung besar
    Sifat lima belas itu tempat bersemanyam
     
    Yang lima belas tidak jelas tuk di pandang
    Setelah nyata dausa lahir dinamakn
    Dausa lahir sebab jahil pengetahuan
    Tak punya ilmu tanpa lampu penerangan 
     
    Asal punca pada hati kejahatan
    Perintah hati dausa lahir baru terang
    Mata telinga hidung mulut jadi reman
    Tangan dan kaki berani berbuat curang
     
    Dalam Takhalli renggang diri wahai taulan
    Ma`siat lahir ma`siat batin dihilangkan
    Walau dirayu oleh nafsu jangan goyang
    Dalam bai-at janji kita dengan tuhan
     
    Jika melanggar binasa diri di kemudian
    Binasa tubuh diperjatuh lagi ke lobang
    Kembali lagi paling sukar wahai teman
    Sudah melanggar sumpah janji dan aturan
     
    Itulah dausa hai saudara daki hitam
    Bunuh tabuh dipalu siang dan malam
    Setelah bersih suci putih seluruh badan
    Tahalli terang diisi dengan kebajikan 
     
    Dalam Tahalli sifat puji kita lakukan
    Ruku` sujud berdiri duduk dalam amalan
    Mata tidur bangun jaga tuk memandang
    Baca yang bagus kitab suci kalam Tuhan
     
    Mulut Tasbeh Tahmid saheh dan Takbiran
    Kaki melangkah sebelah kanan arah tujuan
    Tangan ringan saat orang butuh batuan
    Di telinga nampak jelas akan seruan
     
    Badan segar ibadah di tengah malam
    Air mata menetes timbul nyesalan
    Dalam Tahalli yang diisi kebajikan
    Berlebihan penampak diri juga di larang
     
    Di Tahalli isi terus perbuatan
    Di pertaat lahir batin siang malam
    Sembah sujud pada makbud yang lain jangan
    Kusyuk ikhlas kita harap keredhaan 
     
    Bukan surga kita minta pada Tuhan
    Bukan pahala kita harap setiap jam
    Bukan neraka kita takut akan siksaan
    Dari naz`a hingga kubur mahsyar dan mizan
     
    Yang Kita harap selalu redha Tuhan
    Masuk dalam khon dalam himpun kasih sayang
    Agar menjadi kita ini hamba pilihan
    Dimana tempat Dia yang punya urusan
     
    Bila surga atau neraka diberikan
    Jangan sanggah jangan batah wahai taulan
    Kita minta selalu sebuah harapan
    Jadikan hamba yang di redhai Tuhan
     
    Jika Allah berkehendak tiada hambatan
    Tentu pasti ditempat yang kenikmatan
    Seperti kita sama ada mengajak kawan
    Tidak mungkin yang diajak diberi beban 
     
    Umpama beban tempat tinggal dan makanan
    Semua pree istimewa kasih sayang
    Begitulah ibaratnya wahai taulan
    Antara hamba yang dicinta oleh Tuhan
     
    Dalam Tajalli nyata lazat tilik pandang
    Sudah dapat sedikit-sedikit kelazatan
    Antara diri dalam diri dengan Tuhan
    Baru nampak rasa terang penciptaan
     
    Kala dilihat atas bawah kiri kanan
    Baru nampak mengenal di dalam pandang
    Pandang diri tilik hati dengan iman
    Haqqul Yaqin disitulah nyata Tuhan
     
    Awal akhir dahir batin baru terang
    Kenal diri pandang diri kenyataan
    Disitulah kezuhudan orang pandang
    Akan dunia hilang cinta berlebihan 
     
    Tentang harta tak bermaksud angan-angan
    Bukan tak bisa tapi jangan bermegahan
    Jika berharta jangan diperhambakan
    Lepas hajat tuk sekedar kecukupan
     
    Ingatlah Rasul lagi raja Nabi Sulaiman
    Tak pernah lupa akan Allah siang malam
    Kekayaan kita sampai lupa ingat Tuhan
    Siti Khatijah jiwa raga dikorbankan
     
    Hidup Qana`ah berapa ada kecukupan
    Berapa didapat sampai disitu pemberian
    Hidunpun taat patuh suruh dan larangan
    Perintah Allah dengan Rasul dikerjakan
     
    Bila disuruh tunduk patuh dilakukan
    Dalam ibadah istiqamah berkekalan
    Cinta Allah dengan Rasul tak berkurang
    Mahabbah hati cinta suci Rasul dan Tuhan 
     
    Cinta Allah dengan Rasul tinggi menjulang
    Dari pada cinta diri berbatasan
    Barulah ikhlas beribadah siang malam
    Dalam sedia dilakukan berat ringan
     
    `Ubudiyah hidup ini pengabdian
    Akan Allah akan Rasul dicurahkan
    Peganglah teguh di I`tikat keyakinan
    Kita berguru jangan meniru salah jalan
     
    Sebab amal bukan barang dihiaskan
    Cari Allah bukan mudah bak mainan
    Tapi tak jauh antara Allah dengan Insan
    Siapa mau menuju bertilik pandang
     
    Sampai disini yang bisa saya mengarang
    Akan sambungan bila di kehendak Tuhan
    Hina dina dha`if fana empunya karangan
    Tak punya ilmu juga minim pengalaman

    Kutpameu,18-04-2011
    Oleh: M. Nasir Bako

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s